posting_3

Senin, 13 Juni 2011

Manusia sebagai Mahkluk Individu dan Sosial
(juga sebagai Mahkluk Polekbudpsikol)

  1. Manusia sebagai mahluk individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.

  1. Manusia sebagai mahluk sosial
Manusia sebagai individu ternyata tidak mampu hidup sendiri. Ia dalam menjalani kehidupannya akan senantiasa bersama dan bergantung pada manusia  lainnya. Menurut kodratnya manusia adalah mahluk sosial atau mahluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan.

  1. Manusia sebagai mahluk politik
Manusia diberi kemampuan berfikir. Dengan akalnya manusia bisa mempertahankan hidupnya. Maka dari itu timbulah satu cara agar manusia bisa memenuhi keinginannya dan bisa bersaing mengalahkan orang lain yang dinamakan dengan politik. Dengan politik manusia bisa merencanakan dan menyusun strategi dalam bertindak. Karena manusia tidak lepas dari yang namanya politik, maka dari itu manusia dikatakan mahluk politik.

  1. Manusia sebagai mahluk budaya
Manusia adalah mahluk budaya artinya mahluk yang berkemampuan menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan dan bertanggung jawab. Sebagai mahluk berbudaya, manusia mendaya gunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat demi kesempurnaan hidupnya.

  1. Manusia sebagai mahluk ekonomi
Setiap kebutuhan menuntut pemenuhan. Namun, dalam memenuhi kebutuhan itu kita harus memperhatikan kemampuan kita. Sebagai mahluk ekonomi yang bermoral, manusia berusaha memilih dan menggunakan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhannya dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan norma-norma sosial, tidak merugikan orang lain, menggunakan sumber daya alam yang selektif, serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

  1. Manusia sebagai mahluk psikologi
Manusia adalah mahluk psikologi yang memiliki bawaan universal, unik dan terus dikaji oleh para ahli humaniora. Manusia bila ditinjau dari sisi psikologinya adalah mahluk yang memiliki harmoni jiwa, cinta, benci, jinak, terkadang stress dan sering lupa. Sebutan lain manusia dalam bahasa Arab adalah Bahsyar. Disebut bahsyar karena manusia terlihat dan dianugrahi fungsi-fungsi tubuh yang tampak, tangan untuk menggapai, hidung untuk mencium, telinga untuk mendengar dan lain sebagainya.
Share this article on :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2010-2011 SEOLink All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.