posting_6

Senin, 13 Juni 2011

MANUSIA DAN KEADILAN

  1. Pengertian Keadilan
      Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.



B.     Berbagai Macam Keadilan
     1.      Keadilan legal atau keadilan moral
      Menurut Plato bahwa keadilan moral itu adalah keadilan dan hukum menampakkan substansi    rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menuntut sifat dasarnya paling cocok baginya.
     2.      Keadilan distributif
      Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama.
     3.      Keadilan komunikatif
      Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.

  1. Kejujuran
      Kejujuran artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya. Sedang kenyataannya yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum.
Orang bodoh yang jujur adalah lebih baik daripada orang pandai yang lancung. Barangsiapa yang tidak dapat dipercaya tutur katanya, tidak menepati janji dan kesanggupannya termasuk golongan orang munafik sehingga lidah menerima belas kasihan Tuhan.

  1. Kecurangan
      Kecurangan identik dengan ketidakjujuran dan sama dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. Mereka yang berbuat curang menganggap dirinya akan mendapatkan kesenangan meskipun orang lain menderita karenanya.
      Kecurangan membuat manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita.

Share this article on :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2010-2011 SEOLink All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.